Open Source Software

Berikut merupakan serba-serbi seputar Open Source Software (OSS). Pertama, akan diuraikan pengertian dan prospek dari OSS itu sendiri. Selanjutnya akan dibahas sebuah studi proses memasyarakatkan OSS dan meng-OSS-kan masyarakat, berikut kenyataan dan kendala yang ditemukan. Terdapat indikasi bahwa pemasyarakatan beberapa jenis OSS lebih sukses dibandingkan yang lainnya. Tulisan ini akan mencoba menghimpun faktor-faktor penyebab kesuksesan mau pun kendala dari penggunaan OSS tersebut. Sebagai penutup, akan dibahas beberapa aspek yang perlu mendapatkan perhatian dalam gerakan mensukseskan OSS ini.
PendahuluanOpen Source Software” (OSS), menurut Esther Dyson (1998), didefinisikan sebagai perangkat lunak yang dikembangkan secara gotong-royong tanpa koordinasi resmi, menggunakan kode program (source code) yang tersedia secara bebas, serta didistribusikan melalui internet. Menurut Richard Stallman (1998), budaya gotong royong pengembangan perangkat lunak itu sendiri, telah ada sejak komputer pertama kali dikembangkan. Namun ketika dinilai memiliki nilai komersial, pihak industri perangkat lunak mulai memaksakan konsep mereka perihal kepemilikan perangkan lunak. Dengan dukungan finansial yang kuat — secara sepihak — mereka membentuk opini masyarakat bahwa penggunaan perangkat lunak tanpa izin/ lisensi merupakan tindakan kriminal.Tidak semua pihak menerima konsep kepemilikan tersebut di atas. Richard Stallman (19941996) beranggapan bahwa perangkat lunak merupakan sesuatu yang seharusnya selalu boleh dimodifikasi. Menyamakan hak cipta perangkat lunak dengan barang cetakan merupakan perampasan kemerdekaan berkreasi. Semenjak pertengahan tahun 1980-an, yang bersangkutan merintis proyek GNU (GNU is Not Unix) — dengan tujuan memberdayakan kembali para pengguna (users) dengan kebebasan (freedom) menggunakan dan mengembangkan sebuah perangkat lunak. Proyek ini memperkenalkan konsep copyleft yang pada dasarnya mengadopsi prinsip copyright, namun prinsip tersebut digunakan untuk menjamin kebebasan berkreasi. Jaminan tersebut berbentuk pelampiran source code, serta pernyataan bahwa perangkat lunak tersebut boleh dimodifikasi asalkan tetap mengikuti prinsip copyleft. Konsep dari proyek GNU ini lebih dikenal dengan istilah “free software“.Prinsip-prinsip free software tersebut memiliki banyak kesamaan dengan OSS. Namun menurut Richard Stallman (1998), free software lebih menekankan pada hal hakiki yaitu kebebasan mengembangkan perangkat lunak. Sedangkan menurut Eric S. Raymond (2000), OSS lebih menekankan aspek komersial seperti kualitas tinggi, kecanggihan, dan kehandalan. Dengan demikian, konsep OSS diharapkan lebih menarik perhatian pelaku bisnis, investor, dan bahkan para raksasa perangkat lunak. Bahkan Esther Dyson (1998) memperkirakan, bahwa raksasa seperti Microsoft pun akan memperhitungkan serta memanfaatkan OSS, seperti halnya mereka memanfaatkan internet.Konteks pembahasan tulisan ini ialah posisi kelompok negara yang sedang berkembang dalam memanfaatkan OSS. Negara seperti ini terkadang diobok-obok oleh lembaga-lembaga dunia seperti International Monetary Fund (IMF) dan World Bank (WB) dengan penunggangan agenda-agenda lain secara terselubung. Penunggangan tersebut umpamanya berupa pemaksaan sepihak, terhadap pengertian konsep Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Dengan demikian, yang secara tidak langsung mereka telah menuduh masyarakat kita sebagai pembajak,pencuritidak bermoraltidak menjunjung nilai etika, dan sejenisnya. Perlu diingatkan bahwa negara kita bukan satu-satunya surga perangkat lunak tidak berlisensi. Hal ini sudah mendarah daging di seluruh Asia. Kita hanya kalah melakukan public relation dalam hal pura-pura aktif melakukan pemberantasan. Bahkan di sebuah negara Asia Tenggara yang konon sudah “maju” dan “beradab”, ditemukan perangkat lunak tanpa lisensi secara melimpah ruah.
Cikal Bakal Tradisi OSSSekilas telah terungkap perihal manfaat dari OSS serta potensi penyelesaian problema yang dihadapi oleh dunia ketiga. Namun selain tidak trivial, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa pengadopsian OSS tidak berjalan mulus di semua sektor. Bagian ini akan mengkaji rangkaian peristiwa yang pernah terjadi milenium yang lalu di Indonesia pada umumnya, dan Universitas Indonesia pada khususnya. Banyak kejadian pada saat tersebut yang tidak terdokumensi secara sistematis, sehingga pembahasan ini semata berdasarkan catatan pribadi (Samik-Ibrahim, 1998a2000a2000b). Namun, diharapkan sudah cukup untuk memberikan gambaran perihal rangkaian kejadian pada saat tersebut.Hingga 1970an, perangkat keras komputer berbentuk main frame atau mini yang dikelola oleh sebuah tim yang eksklusif di dalam sebuah “ruang kaca” yang steril. Populasi komputer secara keseluruhan sangat sedikit berhubung harganya sangat mahal. Pemeliharaan instalasi komputer dipercayakan kepada agen pemasok (supplier), sehingga supervisi kepemilikan perangkat lunak dapat dilakukan secara relatif ketat. Walau pun demikian, terkandang para pemasok tersebut meminjamkan perangkat lunak tanpa seizin pemilik lisensi. 

Tahun 1980an ditandai dengan kemunculan komputer Apple II berbasis 6502 /1 MHz dengan opsi tambahan prosesor Zilog Z80/ 2 MHz. Komputer ini menggunakan media penyimpanan disket yang mudah digandakan, sehingga memudahkan pendistribusian perangkat lunakPublic Domain (PD) mau pun Shareware. Namun, media disket ini pun menyebabkan kehadiran perangkat lunak tanpa lisensi yang sering diberi istilah perangkat lunak bajakan.

Pola penggunaan perangkat lunak tersebut dilanjutkan pada saat kehadiran PC berbasis Intel 8088 (16 bit/ 4.77 MHz/ PC/MS-DOS), sertawork-station unix berbasis Motorola 68k (32 bit). Jika sebelumnya bentuk pendistribusian dalam bentuk biner, pada sistem berbasis unix juga disertakan source code dari program tersebut. Selain dengan media magnetik, pendistribusian juga mulai dilakukan melalui jaringan secaraonline (ARPAnet), atau pun secara batch (usenet) dengan newsgroup seperti comp.source.unixalt.source, dan sejenisnya. Penyertaansource code dan pendistribusian melalui jaringan ini merupakan cikal bakal tradisi OSS.

Tema penelitian bidang ilmu komputer pada era 1980an ini mencakup pemodifikasian dan pem-porting-an perangkat lunak jenis PD. Motivasi penggunaan PD ini tersebut bukan berdasarkan moral, melainkan kepraktisan belaka yaitu meneruskan/ mengikuti trend penelitian di luar negeri. Beberapa perangkat lunax yang digunakan pada waktu itu seperti GCC Compiler untuk Unix, UUCP, CNEWS 2.11, X.400 ean, Silicon Compiler, Cross Compiler (Modula 2, Pascal), UIUC Notes, dan lain sebagainya.

Proses Pemasyarakatan Linux di tahun 1990anMenjelang akhir 1980an and awal 1990an, hadir perangkat PC yang cukup canggih (i486) yang dilengkapi sistem operasi seperti SCO Xenixdan SCO Unix. Selain stabil, sistem operasi tersebut mendukung berbagai jenis perangkat keras dan perangkat aplikasi bisnis. Namun, kekurangan dari sistem tersebut diantaranya lisensi yang mahal sehingga kembali menjadi sasaran “pembajakan“. Selain itu, tanpa penyertaansource-code berakibat sistem operasi tersebut sulit dimodifikasi/ fine tuning.Pada tahun 1991, Linus Torvalds memperkenalkan kernel Linux melalui newsgroupcomp.os.minix” yang disambut secara oleh komunitas programer. Namun tidaklah demikian sambutan dari kalangan dunia usaha, berhubung kernel tersebut masih kurang stabil serta tidak didukung oleh perangkat asesoris yang memadai. Setahun kemudian, bung Paulus Suryono Adisoemarta dari Texas, memperkenalkan distribusi SLS dengan kernel versi 0.9 kepada masyarakat Indonesia. Sayang sekali, versi tersebut pada saat itu masih memiliki beberapa kelemahan, terutama dalam mendukung perangkat keras seperti ethernet board dan serial board. Pada tahun 1994, penulis memperkenalkan distribusiSlackware dengan kernel versi 1.0.8 kepada masyarakat akademika di Universitas Indonesia. Distribusi ini sudah mendukung TCP/IP serta X11R4. Slackware menjadi populer dikalangan para mahasiswa UI, karena pada waktu itu merupakan satu-satunya distribusi yang ada🙂. Secara bersamaan, Linux mulai digunakan pada salah satu mesin operasional IPTEKnet, yaitu MIMO

Bersamaan dengan pengenalan distribusi ini, Internet komersial mulai hadir di Indonesia. Sustainable Development Network Indonesia dapat dikatakan merupakan merupakan proyek pertama (1994) yang menggunakan Linux di luar komunitas riset/ pendidikan. Distribusi yang digunakan ialah Slackware (kernel 1.0.9) pada mesin 486 33Mhz, 16 Mbyte RAM, 1 Gbyte disk, serta leased-line ethernet 10 Mbps keIndoInternet. Setahun kemudian (1995), IndoInternet berhasil diyakinkan untuk mulai mengadaptasi sistem Linux. Sistem pertama yang digunakan untuk operasional merupakan router dengan tiga ethernet board (kakitiga.indo.net.id) yang digunakan untuk mensegmentasi intranet mereka. Selain itu, sistem pendaftaran domain “.ID” pun (nomad.extern.ui.ac.id), menggunakan mesin Linux.

Tanda-tanda aktivitas Linux pun mulai bermunculan serentak di mana-mana pada tahun 1995 tersebut. Bung Bambang Nurcahyo Prastowo memperkenalkan distribusi S.u.S.E 4.4.1 (kernel 2.0.29) pada masyarakat Yogyakarta. Sebuah milis Linux pernah dirintis pada tahun 1996, namun gagal karena kekurangan inersia. Setahun berikutnya, dapat dikatakan sebagai tahun kebangkitan Linux Indonesia. Sebuah milis kembali terbentuk, yang diikuti oleh berbagai InstallFest, lokakarya, seminar, serta publikasi berturut-turut di media KompuTekMikrodata, danInfoKomputerKelompok Pengguna Linux Indonesia (KPLI) pun menjamur di berbagai kota di Indonesia. Perlu dicatat dan ditekankan, bahwa kegiatan tersebut berkembang di luar UI dan IndoInternet. Bahkan dapat dikatakan, kontribusi UI dalam memasyarakatkan Linux: “nyaris tak terdengar“.

Faktor SuksesKesuksesan Linux di Indonesia merupakan sinergi dari sekurangnya empat faktor yang akan diungkapkan berikut ini. Pertama, diperlukan provokator yang bertugas memperkenalkan sistem Linux melalui milis, seminar, dst. Yang bersangkutan ini tidak harus seorang pakar Linux atau pun terlibat langsung di lapangan. Provokasi ini akan berpengaruh positif terhadap opini masyarakat. Sebaliknya, sifat kepriyayian — seperti asyik bermain sendiri di menara gading — berpotensi sebagai faktor penghambat penyebaran Linux.Kedua, pendekatan tidak cukup satu arah bottom up atau pun top down, namun harus ada timbal balik antara keduanya. Provokasi sehebat apa pun tidak akan bermanfaat, jika tidak ada “bahan bakar” (dukungan) yang cukup. Sebagai ilustrasi, masa inkubasi Linux di FUSILKOM UI mau pun di IndoInternet mendapat dukungan penuh baik dari pihak management mau pun dari para pengguna, termasuk partisipasi dari para mahasiswa. Harus juga disadari bahwa tidak semua gagasan akan sukses, dan tidak semua kejadian dapat diprediksi secara presisi sejak awal. 

Ketiga, harus ada motivasi jelas dan kuat, dan bukan hanya sekedar retorika serta semboyan kosong. Linux menawarkan solusi murah meriah, yang mendapatkan sambutan positif dari para kelompok generasi muda yang pragmatis. Motivasi awal penggunaan Linux di UI semula hanya sebagai terminal X11 yang murah meriah, sedangkan di IndoInternet digunakan sebagai server internet (httpd, ftpd, dan smtpd) alternatif.

Terakhir, suasana dan event yang mendukung. Linux mulai marak pada tahun 1997 seiring dengan peningkatan kepopuleran internet di Indonesia (pra krismon). Inersia yang cukup akan membangkitkan reaksi rantai. Semakin banyak yang menggunakan Linux berarti semakin sedikit yang tidak menggunakan. Populasi pengguna linux yang banyak akan menarik pengguna yang lebih banyak lagi. KPLI yang muncuk dibentuk di sebuah kota dapat mendorong proses pembentukan KPLI di kota berikutnya. Selain itu, pengembangan Linux ini mendapat dukungan teknis secara gotong royong melalu milis.

PembahasanPada perioda 1991 – 1994, kegiatan penyebaran Linux kurang mendapatkan sambutan. Dalam kondisi demikian, provokasi secanggih apa pun tidak akan banyak berpengaruh. Baru mulai 1994, motivasi penggunaan Linux ialah alternatif terminal X11 yang murah meriah. Setahun kemudian, Linux bahkan mulai digunakan secara operasional di sebuah penyelenggara Internet komersial. Selama 1994 – 1997 ini, momentum penggunaan Linux dalam keadaan sangat kritis yaitu: memiliki peluang sama untuk sukses atau pun gagal. Dukungan institusional (top down) dari Universitas Indonesia dan IndoInternet membantu menstabilkan momentum ini, namun tidak sampai menjadi faktor utama kesuksesan Linux di Indonesia! Justru, motor dari kesuksesan Linux ialah para profesional muda yang terjun ke bidang Internet pasca 1997.Sayang sekali, gerakan OSS ini baru berhasil di lingkungan teknis, yang biasanya kurang tertarik untuk menggunakan OSS untuk keperluan bisnis. Diperlukan usaha ekstra untuk memajukan sektor office automation ini. Masalah ini tidak dapat hanya diatasi secara bottom-up. Dukungan pimpinan dibutuhkan untuk mendorong pengurangan secara bertahap penggunaan perangkat lunak yang dianggap tanpa lisensi sah. Dukungan top-down ini perlu ditunjukkan dengan mengangkat CIO (Chief Information Officer) yang memiliki komitmen terhadap OSS. Tidak dapat dipungkiri, bahwa usaha ini membutuhkan pengalokasian sumber daya manusia dan biaya yang tidak sedikit. Diperlukan pula unsur kolaborasinya karena banyak hal yang tidak bisa dikerjakan sendiri. Dukungan secara grass-rootbottom-up akan membantu terbentuknya Masyarakat Digital Gotong Royong (MDGR). yang bersifat tidak formal. 

Jika negara-negara yang sedang berkembang ini memanfaatkan OSS, dengan sendirinya berarti tidak menggunakan perangkat lunak yang berlisensi. Menurut I Made Wiryana (1998), inisiatif penggunaan OSS dapat dimulai oleh para pendidik bidang teknologi informasi. Harapan mulia ini berpotensi untuk menjadi solusi “win-win” untuk semua pihak. Tak lupa penulis mengingatkan — terutama kepada diri sendiri — bahwa para musuh-musuh OSS pada umumnya tidak akan tinggal diam menyaksikan kesuksesan gerakan OSS ini. Mereka akan mencoba secara sistematis untuk mempertahankan pangsa pasar yang telah mereka genggam. Mereka pun tidak akan henti-hentinya menjelek-jelekkan OSS, seperti menuduh tidak handal, tidak terjamin, tidak dipelihara, dst.

Indonesia, Go Open Source

Indonesia, Go Open Source! disingkat IGOS adalah sebuah semangat gerakan untuk meningkatkan penggunaan dan pengembangan perangkat lunak sumber terbuka di Indonesia. IGOS dideklarasikan pada 30 Juni 2004 oleh 5 kementerian yaitu Kementerian Negara Riset dan TeknologiDepartemen Komunikasi dan InformatikaKementerian Hukum dan Hak Asasi ManusiaKementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Departemen Pendidikan Nasional.

Gerakan ini melibatkan seluruh stakeholder TI (akademisi, sektor bisnis, instansi pemerintah dan masyarakat) yang dimulai dengan program untuk menggunakan perangkat lunak sumber terbuka di lingkungan instansi pemerintah. Diharapkan dengan langkah ini dapat diikuti oleh semua lapisan masyarakat untuk menggunakan perangkat lunak legal.

Semangat gerakan ini memiliki sasaran sebagai berikut:

  • Memberikan lebih banyak alternatif perangkat lunak yang dapat digunakan oleh masyarakat secara legal dan terjangkau, sehingga jumlah pengguna komputer meningkat.
  • Peningkatan kemampuan riset dan pengembangan teknologi informasi nasional bidang perangkat lunak.
  • Menciptakan kompetisi pengembangan teknologi informasi untuk dapat bersaing di percaturan global

Deklarasi Bersama, Indonesia Go Open Source! IGOS)

  1. Mengingat pentingnya peran teknologi informasi dalam kehidupan masyarakat terkait dengan pertumbuhan perekonomian, maka perlu peningkatan kemandirian, daya saing, kreativitas serta inovasi bangsa sebagai kunci utama keberhasilan pembangunan Bangsa Indonesia.
  2. Pemerintah bersama masyarakat bersepakat untuk melakukan upaya yang sungguh-sungguh dalam menguasai, mendayagunakan dan memanfaatkan teknologi informasi.
  3. Dalam rangka mendukung keberhasilan upaya tersebut, pengembangan dan pemanfaaatn Open Source Software merupakan salah satu langkah strategis dalam mempercepat penguasaan teknologi informasi di Indonesia.
  4. Untuk mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya dari upaya tersebut, perlu dilakukan langkah-langkah aksi sebagai berikut:
    1. Menggunakan perangkat lunak legal di setiap instansi pemerintah.
    2. Menyebarluaskan pemanfaatan Open Source Software di Indonesia.
    3. Menyiapkan panduan (guideline) dalam pengembangan dan pemanfaatan Open Source Software di Indonesia.
    4. Mendorong terbentuknya pusat-pusat pelatihan, competency center dan pusat-pusat inkubator bisnis berbasis open source di Indonesia.
    5. Mendorong dan meningkatkan koordinasi, kemampuan, kreativitas, kemauan dan partisipasi di kalangan pemerintah dan masyarakat dalam pemanfaatan Open Source Software secara maksimal.

Jakarta, 30 Juni 2004

ttd

  • Menteri Riset dan Teknologi Hatta Rajasa
  • Menteri Kommunikasi dan Informasi H. Syamsul Mu’arif
  • Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara H. M. Feisal Tamin
  • Menteri Kehakiman dan HAM Yusril Ihza Mahendra
  • Menteri Pendidikan Nasional Abdul Malik Fadjar

Beberapa Kegiatan Terkait

Menyusun Direktori Open Source Indonesia

Informasi open source di Indonesia yang bercecer berusaha dikumpulkan dan disusun secara sistematis dalam direktori ini.

Menyusun Dokumen Panduan Penelitian Open Source Software

Siapa saja bisa bebas-bebas saja mengembangkan open source. Namun dengan sumber daya yang terbatas, diperlukan suatu panduan penelitian agar penelitian di bidang open source bisa sinergi. Untuk itu disusun dokumen panduan penelitian open source software. Berikut ini adalah tautan ke dokumen panduan penelitian open source software.

Mengembangkan Distro Lokal

Dengan filosofi kode sumber yang bebas dan terbuka, telah banyak usaha yang dilakukan baik oleh pemerintah, komunitas, dan swasta dalam mengembangkan distro lokal.

BlankOn Linux

DwiWarna

IGOS Nusantara

Membentuk Komunitas Bisnis

IGOS Center adalah salah satu cara menciptakan komunitas bisnis Open Source Software. Dengan sumber kode yang bebas dan terbuka, perlu dicari bentuk model bisnis OSS. Saat ini sudah mulai beroperasi IGOS Center Bandung.

Pelatihan Penggunaan Piranti Lunak OSS

Salah satu kegiatan pelatihan Piranti Lunak OSS adalah yang di motori oleh Pemerintah dan di dukung oleh stakeholder maupun komunitas OSS seperti Ardelindo (http://www.ardelindo.com), IGOS/POSS setempat dan sebagainya.

Beberapa kegiatan sosialiasi OSS untuk Instansi pemerintah baik pusat maupun daerah dan juga untuk umum adalah :

1. Kegiatan pelatihan open source software di 14 kota Indonesia, oleh RISTEK periode 2008, 2. Kegiatan pelatihan open source software di 20 Kota Indonesia, oleh RISTEK periode 2009, 3. Kegiatan pelatihan OSS untuk level admin dan Blender dan Gimp untuk Peningkatan Konten Kreatif Digital, periode 2010 4. dan kegiatan lainnya

Beberapa situs informasi yang memuat mengenai kegiatan pendayagunaan OSS : URL http://www.igos.or.idhttp://www.igos-center.com dan atau http://www.igos.web.id

Membangun Jaringan POSS (Pemberdayaan Open Source Software) di Perguruan Tinggi

Sampai saat ini tercatat sudah ada POSS di beberapa POSS di perguruan tinggi berikut:

Telkom-Ristek Award

Sebagai salah satu upaya memacu meningkatkan kemampuan programmer Indonesia maka diadakan lomba yang diberi nama Telkom-Ristek Award, sebagai penghargaan terhadap programmer Open Source Indonesia.

7 Seri Dokumen Panduan Pendayagunaan Open Source Software

Sebagai salah satu program implementasi deklarasi IGOS, pihak Ristek bersama YPLI (Yayasan Penggerak Linux Indonesia) menyusun 7 seri dokumen Panduan Pendayagunaan Open Source Software. Berikut ini adalah 7 judul dokumen tersebut:

  1. Konfigurasi Server Linux
  2. Bahasa Pemrograman Open Source
  3. Perangkat Lunak Bebas dan Open Source
  4. CMS, CRM dan ERP (Content Management System, Customer Relationship Management, & Enterprise Resource Planning)
  5. Petunjuk Instalasi IGOS Nusantara
  6. RDBMS: MySQL
  7. Aplikasi Perkantoran OpenOffice.org
  8. Aplikasi untuk Server

Daftar Software Gratis & Open Source Terbaik

Sekarang bukan zamannya lagi mencari crack, serial, atau keygen, karena sebenarnya banyak sekalisoftware yang gratis baik freeware maupun open source. Lisensi freeware berarti Anda bebas menginstall dan memakai software tersebut secara gratis, tanpa batasan waktu dan jumlah pemakaian. Lisensi Open Source berarti Anda dapat memodifikasi source code dan mendistribusikannya dengan syarat-syarat tertentu yang biasanya gratis juga! Misalnya Anda ingin mengubah tampilannya, bahasanya, boleh-boleh saja dilakukan jika software tersebut berlisensi open source.  Mulai dari pengolah kata, data, grafis, audio, dan lain-lain semuanya ada. Bagaimana dengan kualitasnya? Apakah lebih buruk dari software yang versi bayar? Tidak juga, relatif sama.Tutorialgratis.net memilih software gratis yang terbaik dan pastinya tidak mengecewakan. Silakan mencoba! Kalau ada yang gratis, kenapa harus yang bayar?

Sebelum kita lihat daftarnya kita bedakan dulu macam-macam lisensi software:

  1. Freeware, artinya software tersebut gratis untuk digunakan, Anda tidak bisa melihat source code software tersebut, biasanya disertai syarattidak boleh memodifikasi software tersebut. Ada pula yang disertai syarat harus untuk kepentingan non-komersial. Tetapi syarat mutlak sebuah software disebut freeware adalah tanpa batasan jumlah dan waktu pemakaian.
  2. Shareware, artinya software tersebut dapat didownload dan digunakan pengguna hanya untuk dicoba. Jika pengguna merasa softwarenya bagus, maka diharuskan membeli. Shareware sering dibatasi lamanya waktu pakai (misalnya trial 30 hari), atau jumlah software tersebut dijalankan (misalnya 30x), atau feature-feature tertentu yang tidak bisa diakses. Sesudah masa ujicobanya berakhir, software bisa saja terkunci atau bisa saja tetap berfungsi sebagaimana mestinya.
  3. Adware, artinya software tersebut gratis, tetapi ada iklan yang muncul ketika dijalankan. Iklan dapat muncul baik pada saat start, atau muncul di sela-sela penggunaan.
  4. Open Source, artinya software yang source code-nya dibuka ke publik,Anda bisa memodifikasi dan mendistribusikan atau mempublikasikan source code hasil modifikasi dengan syarat-syarat tertentu, misalnya dengan tetap mempertahankan nama softwarenya.

Kalau spyware dan malware apa? Ini tidak termasuk lisensi software.Spyware adalah software mata-mata, yang bisa merekam apa yang Anda lakukan di komputer, misalnya apa yang Anda ketik di komputer, apa yang Anda buka di web browser, password email Anda, dan sebagainya. Malwareadalah software perusak komputer, di dalamnya termasuk virus dan spyware.

Ini dia software gratis dan open source terbaik versi tutorialgratis.net

1. Browser Gratis Terbaik

Browser ini yang kita butuhkan setiap kali membuka halaman di internet, search di Google, membaca email di Yahoo Mail, baik di windows maupun di linux, pilihan jatuh pada Mozilla Firefox (bisa berjalan di Windows atau Linux).

2. Antivirus Gratis Terbaik

Antivirus penting sekali untuk menjaga komputer Anda dari serangan virus yang mematikan atau memperlambat sistem komputer Anda. di waktu yang lalu tutorialgratis.net pernah mendaftar urutan antivirus terbaik. Pilihan antivirus  gratis terbaik untuk Windows adalah Avira AntiVir Personal. Sedangkan untuk linux adalah F-Prot Antivirus for Linux Workstations atauavast! Linux Home Edition.

3.  Office Gratis Terbaik (Word Processor, Spread sheet, Presentation)

Untuk urusan Office Gratis terbaik, pilihan jatuh pada OpenOffice.Org. Fungsinya mirip Microsoft Word, Microsoft Excell, dan Microsoft PowerPoint, tetapi yang ini gratis dan Open Source. Silakan download OpenOffice.Org diWindows atau Linux.

4. Editor Gambar Bitmap Gratis Terbaik

Untuk yang hoby mengutak-atik gambar seperti mengatur pencahayaan, menggabungkan dua buah gambar, dan sebagainya, biasanya orang banyak menggunakan Adobe Photoshop. Software pengolah gambar bitmap yang terbaik dan gratis adalah GMIP (GNU Image Manipulation Program) yang bisa di download di Windows atau Linux.

5. Editor Gambar Vector Gratis Terbaik

Fungsinya mirip CorelDraw, kita bisa membuat dan mengedit gambar vektor yang tersusun atas garis-garis dan bidang. Software Vector Editor yang terbaik dan gratis (Open Source) adalah Inkscape. Silakan download diWindows atau Linux.

6. Media Player Gratis Terbaik

Fungsinya buat memainkan video, musik, lagu, file-file audio seperti MP3, WAV, dan sebagainya. Untuk software Media Player terbaik di Windows adalahWinAmp. Untuk linux, media player terbaik adalah GeeXboX.

7. Audio Editor Gratis Terbaik

Dengan software audio editor, kita bisa mengedit file audio, seperti menambah echo, menggabungkan vokal dengan musik, membuat jingle atau spot iklan radio, dan sebagainya. Software audio editor gratis terbaik di Windows dan Linux adalah Audacity yang bisa dijalankan di Windows atau Linux.

8. Video Editor Gratis Terbaik

Software Video Editor digunakan untuk mengedit video, seperti potong-memotong, filter, encoding, dan lain-lain. Software Video Editor terbaik yang gratis adalah Avidemux yang bisa dijalankan di Windows atau Linux.

9. FTP Gratis Terbaik

Program ini digunakan untuk mentransfer file ke sebuah server lewat internet.Program ini sering digunakan oleh webmaster untuk mentransfer file-filenya ke web server. Program FTP yang open source adalah FileZilla (download untukWindows atau Linux).

10. Program Mail Client Gratis Terbaik

Program ini digunakan untuk membaca email dari desktop (IMAP, POP, atau HTML). Di lingkungan windows, program mail client terbaik yang gratis versitutorialgratis.net adalah Mozilla Thunderbird. Di Linux, program mail client gratis terbaik adalah Evolution.

11. Program Kompresi Gratis Terbaik

Program ini berfungsi untuk memperkecil ukuran file tanpa menghilangkan data (seperti WinZip atau WinRAR). Di windows, program kompresi yang gratis terbaik (freeware) adalah 7-Zip , sedangkan di Linux, program kompresi yang terbaik dengan adalah p7zip (LGPL) dan PeaZip (GPL).

12. Program Download Accelerator Gratis Terbaik

Buat yang suka mendownload file dari internet, program ini sangat diperlukan, karena bisa mempercepat download hingga 3 kali lipat. Di windows, program download accelarator terbaik dengan lisensi GPL adalah Free Download Manager. Di linux, program download accelerator terbaik dengan lisensi GPL adalah QuickDownloaderPenulis juga merekomendasikan Add-Ons FireFoxDownThemAll, karena jika menggunakan FireFox dan Add-Ons tersebut, kita tidak perlu menginstall software tambahan.

Sumber : http://rms46.vlsm.org/00-16.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia,_Go_Open_Source

http://tutorialgratis.net/2009/08/28/daftar-software-gratis-open-source-terbaik/

One thought on “Open Source Software

  1. admbemft mengatakan:

    Artikelnya menarik,..
    Ditunggu updatenya,…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s